Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
BPOM ajak Universitas Tsinghua berkolaborasi kembangkan ATMP
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-04 18:39:29【Resep】297 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyampaikan kuliah umum kepada mahasaisw

Beijing (ANTARA) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengajak mahasiswa, peneliti, dan industri di Universitas Tsinghua, Beijing, China, berkolaborasi dalam pengembangan Produk Obat Terapi Lanjutan(Advanced Therapy Medicinal Products/ATMP) di Indonesia.
"Kami ingin mengembangkan sains dan teknologi ke tahap lebih besar melalui konsep ABG: akademia, bisnis, dan government.Universitas Tsinghua, sebagai salah satu kampus terbaik di China, bisa bekerja sama dengan BPOM, termasuk transfer teknologi untuk dikembangkan di Indonesia," kata Taruna kepada ANTARA, Selasa (4/11).
Pernyataan itu Taruna sampaikan usai memberikan kuliah umum berjudul Regulatory Policy and Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP) and Strategies to Accelerate Access to Innovative Medicinesdi Tsinghua.
Kuliah umum tersebut dihadiri sekitar 150 mahasiswa, dosen, peneliti, dan pelaku usaha bidang kesehatan.
ATMP adalah produk medis berbasis sel atau jaringan yang digunakan untuk pengobatan, pencegahan, atau diagnosis penyakit. Produk ini meliputi terapi sel, terapi gen, dan rekayasa jaringan, termasuk stem cell, sekretom, dan terapi gen.
Taruna menekankan pentingnya uji klinis sebagai pintu masuk pengembangan ATMP.
"Uji klinis memastikan keamanan, kualitas, dan kemanfaatan produk. Uji pra-klinis dilakukan dulu pada hewan, baru manusia," jelasnya.
Ia menambahkan, uji klinis juga membuka peluang investasi, termasuk pembangunan pabrik obat di Indonesia, dan peserta uji klinis memperoleh kompensasi finansial. Bila lolos, BPOM akan menerbitkan izin edar sehingga produk bisa digunakan masyarakat.
Taruna menyebut, 94 persen bahan baku obat di Indonesia masih impor, terutama dari China dan India.
"Gangguan impor bisa menimbulkan krisis obat. ATMP berbasis biologi menjadi harapan baru, karena saat ini 65 persen obat berbasis biologi," kata Taruna.
BPOM telah mengatur ATMP melalui Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Advanced dan Peraturan Nomor 18 Tahun 2022 tentang Cara Pembuatan Obat Berbasis Sel dan Jaringan Manusia.
Produk yang mengalami manipulasi melebihi standar atau digunakan untuk tujuan non-homolog wajib mendapat izin edar BPOM.
Suka(767)
Artikel Terkait
- BPOM respon sirop obat dari India diduga ber
- Dietisien rekomendasikan konsumsi jus buah cukup satu gelas per hari
- Trump sebut bantuan kemanusiaan mulai mengalir ke Gaza
- BPBD Cilacap: 307 warga mengungsi akibat banjir di 15 kelurahan
- KPK tangkap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dalam OTT
- Sukseskan MBG, TNI AD pelajari manajemen makanan militer Singapura
- Sejarah Jakarta perlu masuk kurikulum di sekolah
- Dinkes Kota Malang temukan mikroba di dalam sampel MBG
- Pohon depan Mal Slipi Jaya tumbang akibat dihantam truk molen
- Pakar IPB paparkan nutrisi susu untuk tingkatkan gizi pada Program MBG
Resep Populer
Rekomendasi

BGN izinkan kembali operasional SPPG Sungai Lakam

Anggota DPR usul bentuk tim pemeriksa pastikan MBG aman

PTSI fasilitasi sertifikasi halal gratis bagi pelaku usaha kecil

Kemenbud tetapkan Cingkhui Aceh Jaya jadi warisan budaya ngak benda RI

Penelitian ungkap berpuasa ngak ganggu kemampuan berpikir seseorang

Pengobatan inovatif pasien kanker makin beragam

PBB: Peningkatan bantuan kemanusiaan di Gaza berjalan baik

Akademisi nilai kurikulum Sekolah Rakyat mampu entaskan kemiskinan